Kamis, 10 Juni 2010

MAKALAH OTOMOTIF

BAB III
LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK

A. PROPELLER SHAFT
1. URAIAN
Proprller Shaft (Pada kendaraan FR dan kendaraan 4WD) Pada mobil dengan mesin di depan dan penggeraknya roda belakang, tenaga putar dari poros output transmisi dipindahkan ke poros roda belakang (real exle) disangga oleh suspense sejajar dengan roda belakang. Oleh karena itu posisi diferential terhadap transmisi selalu berubah-ubah pada saat kendaraan berjalan, sesuai dengan permukaan jalan dan ukuran beban.




Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga putar dari transmisi ke diferensial (gardan) dengan lembut tanpa dipengaruhi perubahan-perubahan sudut(naik-turun) diferencial akibat ketidak rataan permukaan jalan dan besarnya beban. untuk tujuan ini universal joint dipasang pada setiap ujung propeller shaft, fungsinya untuk menyerap perubahan sudut dari suspensi. Selain itu sleeve yoke bersatu untuk menyerap perubahan antara transmisi dan diverential.











2. PROPELLER SHAFT
Pada umumnya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntuiran atau bengko. Bandul pengimbang (Balance Weight) dipasang dibagian luar pipa dengan tujuan untuk keseimbangan pada waktu berputar.
Pada umumnya propeller shaft terdiri dari satu pipa yang mempunyai dua penghubung yang terpasang pada kedua ujung berbentuk universal joint.
Pipa propeller shat juga dua bagian dengan tiga joint. Kadang-kadang menggunakan bearing tengah yang bertujuan untuk mengurangi getaran dan bunyi.










JOINT TPE PROPELLER SHAFT

3. UNIVERSAL JOINT
Fungsi universal joint ialah untuk meredam peruabahan sudut dan untuk melembutkan perpindahan tenaga dari dari transmisi ke diverential
Universal Joint ada dua tipe : universal joint tipe solid bearing cup yang dapat di bongkar dan universal joint tipe sheel bearing cup yang tidak dapat di bongkar.





UNIVERSAL JOINT TIPE SHELL BEARING CUP
(Tidak Dapat Dibongkar)





UNIVERSAL JOINT TIPE SOLID BEARING CUP
(Dapat Dibongkar)
B. PERBAIKAN PROPELLER SHAFT
1. MENCARI GANGGUAN
Gangguan Kemungkinan Sebab Cara Mengatasi
Bersuara Alur sleeve yoke aus
Bantalan spider aus atau macet Ganti sleeve yoke
Ganti bantalan Spider
Bergetar Poros propeller bengkok
Poros propeller tidak balans
Alur sleeve yoke macet Ganti poros propeller
Balans poros propeller
Ganti slevee yoke

2. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan ketika praktek
a. 1 Unit mesin mobil kijang
b. Kunci Ring ( 12 dan 14 )
c. Palu karet
d. Obeng ( - )
e. Dongkrak
3. KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan alat sesuai fungsinya
2. Gunakan pakaian (Weer park ) saat bekerja
3. Bekerjalah dengan teliti dan hati-hati
4. Ikutilah instruksi dari pembimbing PKL
5. Bekerjalah dengan prosedur kerja
6. Tanyakan pada instruktur apabila mendapatkan kesulitan dalam praktek
7. Bersihkanlah kembali setelah praktek



C. LANGKAH KERJA







1. MELEPAS POROS PROPELLER DARI DIFFERENTIAL
a) Buatlah tanda pada kedua flens.
b) Lepas empat baut dan mur.














2. LEPAS POROS PROPELLER DARI TRANSMISI
a) Tarik coke dari transmisi
b) Pasang SST pada transmisi untuk mencegah penetasan oli







D. PEMERIKSAAN POROS PROPELER
1. Periksa poros propeller dari kerusakan atau kebengkokan.
Kebengkokan maksimum 0,8 mm (0,031 in). Bila kebengkokan poros Iebih besar dari nilai maksimum, gantilah poros.



2. Periksa bantalan spider
a) Periksa bantalan spider dari keausan atau kerusakan.
b) Periksa gerak bebas aksial bantalan spider dengan memutar yoke sambil menahan kuat poros propeler. Gerak bebas 4 aksial bantalan kurang 0,05 mm (0,0020 in).
Bila gerak bebas aksial bantalan lebih besar dari nilai maksimum, gantilah bantalam spider.






PENGGANTIAN BANTALAN SPIDER
1. Buatlah tanda pada poros dau flens atau yoke.







3. LEPAS SNAP RING
a) Pukul sedikit keluncuran luar bantalan masuk.
b) Menggunakan dua obeng, lepas empat snap ring dari alurnya







3. LEPAS BANTALAN SPIDER
a) Menggunakan SST, tekan bantalan keluar dari poros poros, propeler. SST 09332 - 25010.
Catatan: Naikkan bagian yang bertanda A secukupnya sehingga tidak menyentuh bantalan.







b) Jepit luncuran luar bantalan pada ragum dan pukul propeler)
dengan palu.
Catatan: Lepas bantalan pada sisi yang berlawanan dengan prosedur yang sama.







c) Pasang dua luncuran luar bantalan pada spider.
d) Menggunakan SST, tekan bantalan keluar dari yoke. SST 09332-25010.









e) Jepitlah luncuran luar bantalan pada ragum dan pukullah yoke dengan
palu.
Catatan: Lepas bantalan pada sisi yang berlawanan dengan prosedur yang sama.









4. PASANG BANTALAN SPIDER
a) Oleskan gemuk pada spider dan bantalan.
Catatan: Hati hati, agar tidak terlampau banyak mengoleskan gemuk.








b) Tepatkan tanda pada yoke dan poros.






c) Pasang spider baru pada yoke dan poros.
d) Menggunakan SST, pasang bantalan baru pada spider. SST 09332 - 25010.







e. Menggunakan SST, stel kedua bantalam sehingga alur snap
ring pada posisi maksimum dan sama lebar. SST 09332 - 25010.






5. PASANG SNAP RING
a) Pasang dua snap ring dengan ketebalan yang sama. yang memberikan gerak bebas 0 - 0,05 mm (0 - 0,0020 in).
Catatan: Jangan rnenggunakan kembali snap ring bekas.






b) Menggunakan palu plastik, pukul yoke sampai tidak ada lagi celah antara luncuran luar bantalan dan snap ring. Ketebalan snap ring









KETEBALAN SNAP RING
Ketebalan mm (in) Warna
2,375-2,425 (0,0935-0,0955)
2,425-2,475 (0,0955-0,0974)
2,475-2,525 (0,0974-0,0994)
2,525-2,575 (0,0994-0,1014) Tanpa Warna
Coklat
Biru
Tanpa Warna
6. PERIKSA BANTALAN SPIDER
a) Periksa bahwa bantalan spider berputar dengan lembut
b) Periksa kebebasan aksial bantalan spider. Kebebasan aksial
bantalan spider kurang dari 0,05 mm (0,0020 in).
Catatan: Pasang bantalan spider baru pada sisi yang berlawanan dengan prosedur yang sama.

PEMASANGAN POROS PROPELLER
1. PASANG POROS PROPELLER PADA TRANSMISI
a) Lepas SST dari Transmisi





b) Masukan yoke poros propeller ke dalam transmisi





2. PASANG POROS PROPELLER PADA DIFERENTIAL
a) Tepatkan tanda pada flens dan pasangkan poros propeller dengan empat baut, cincin pegas dan mur.
b) Kencangkan baut dan mur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.